Lompat ke konten

RETRET MEDIOR GELOMBANG 1 ST. MARTHA DHARMANINGSIH, CLAKET 15-22 MEI 2026

  • oleh

Sehari sebelum retret, para suster medior yang akan retret gelombang pertama mengadakan acara day off di BALOGA (Batu Love Garden) dilanjutkan makan siang di komunitas Syalom Batu. Perjalanan ke Rumah Retret Dharmaningsih Claket ditempuh dengan menggunakan bus Yayasan St. Yosef Freinademetz. Di dalam bus, para Suster bernyanyi, bersukacita dan saling menggoda. Sore hari, tiba di Dharmaningsih.

Keesokkan harinya sebelum memulai keheningan para Suster diberi kesempatan untuk menikmati keindahan alam Dharmaningsih, Puthuk Siwur dan PPKA Indreng Genitri (Pusat Pelatihan dan Konservasi Alam). Ada beberapa Suster yang memilih untuk tinggal di komunitas untuk memanen kopi serta membersihkan kopi dari kebun kopi yang ada di Rumah Retret Dharmaningsih.

Perayaan Ekaristi pembukaan retret dimulai pukul 16.30 WIB di kapel komunitas dan konferensi pertama di aula besar pada pukul 18.00 WIB diawali dengan foto selfie diri sendiri dan membuat mazmur menurut versi masing-masing dengan penuntun mazmur 105 dan potret medior 1-3 dengan segala keunikannya. Yang paling penting diingatkan untuk kembali ke Sumber yakni berakar pada Allah Tritunggal yang menjadi model dalam komunitas dan sebagai Abdi Roh Kudus tetap berdoa kepada Roh Kudus yang setia mendoakan dan meneguhkan kesetiaan panggilan.

Kami diajak merasakan bagaimana Tuhan memandangku dengan kasih dan kebenaran-Nya. Di sini ada pertanyaan refleksi yakni bahaya topeng rohani dengan pertanyaan siapakah diriku ketika tidak dilihat orang dan apakah saya sudah menghayati dan menjalankan kaul-kaulku sebagai jalan kebebasan. Kami yang membawa mulut nabi harus ada kesesuaian antara hidup dan tindakan. Perkataan nabi tidak mudah diterima oleh semua orang dan kadang menimbulkan luka baik dalam diri, komunitas dan misi maka perlu rekonsiliasi sehingga disana kembali ada komunikasi mendengarkan satu sama lain sebagai tindakan kasih dan menjadi saudari bagi semua. Karena kita hidup dalam keberagaman.

Membangun spiritualitas interkultural hidup kita menjadi tanda persatuan di dunia yang terpecah. Kita menjadi wanita profetis yang membuat Tuhan semakin dikenal dan kita diutus membawa persatuan.

Di akhir retret kami diundang untuk membuat simbol dalam kelompok dengan berbagai penemuan bahwa semua hidup, misi kita kekuatannya dari Allah sendiri maka kita harus “klik” dengan Allah Roh Kudus agar api itu hidup dan kita diutus membawa api bagi sesama.

Rangkaian retret medior gelombang pertama diakhiri dengan Perayaan Ekaristi syukur pukul 11.00 WIB di kapel komunitas. Seperti Yesus bertanya kepada Petrus apakah engkau mengasihi Aku? Pertanyaan yang sama ditujukan kepada kami masing-masing. Dalam Perayan Ekaristi syukur ini ada keunikan yang luar biasa sebagai wujud menghayati hidup dalam keberagaman yakni adanya doa umat menggunakan delapan bahasa yakni: Bahasa Jepang : Sr. Francis, SSpS; Bahasa Korea : Sr. Bernalda, SSpS; Bahasa Inggris: Sr. Teresa, SSpS, Bahasa Batak : Sr. Krisna, SSpS; Bahasa Togo : Sr. Immaculata, SSpS, Bahasa Jawa : Sr. Dewi, SSpS; Bahasa Jerman : Sr. Roberta, SSpS dan Bahasa Rumania : Sr Angela, SSpS. Kami membaharui kaul dalam Perayaan Ekaristi ini. Pendamping selama retret: RP. Fransiskus Iwan Yamrewav, MSF. Dengan tema retret: Berakar pada Allah Tritunggal menghidupi nilai integritas untuk mewujudkan persatuan dalam keberagaman. Setiap hari Roh Allah menari bersama kami dengan gerakan tarian yang selaras dan harmoni antara tema Novena Pentakosta dengan tema refleksi retret setiap hari. VIVAT SSpS!

 

Sr. Veronika Sedo Bura, SSpS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *