Retret para Suster Senior Tahun 2026 mengusung tema: “Berakar pada Allah Tritunggal menghidupi nilai integritas, untuk mewujudkan persatuan dalam keberagaman”. Retret ini diadakan di Komunitas Provinsialat Surabaya, jumlah peserta 27 Suster didampingi RD. Budi Raden dari tanggal 16 Juni s/d 23 Juni 2026.
Sr. Lusia, SSpS sebagai pendamping para Suster Senior, setia mendampingi para Suster Senior, selalu hadir dan menyiapkan daftar petugas ibadat, doa makan dan lagu-lagu perayaan Ekaristi selama retret tahunan ini berlangsung.
Pada hari pertama, Romo membahas spiritualitas yang berakar dalam cinta Allah Tritunggal dengan kharisma sebagai religius misioner. Selama enam hari, para Suster diundang untuk memahami dan menggali pengalaman dalam hubungan dengan Allah Tritunggal dan Bunda Maria.
Ibarat matahari: Bapa sebagai sumber hidup, Putra adalah cahaya, dan Roh Kudus adalah cinta yang mengalir dari Bapa dan Putra. Kasih Allah yang berdiam dalam hati mengundang kita untuk mengasihi sesama dalam hidup sehari-hari, yang terwujud dalam penyerahan diri, dengan saling mendukung, saling memberi diri dalam komunitas dan umat; yang menjangkau orang-orang yang membutuhkan bantuan, dengan berbagi sumber daya dan menjadi pembela keadilan dan perdamaian.
Dalan realitas sehari-hari, para Suster Senior dapat memberi kesaksian sebagai “ULAMA” (Usia Lanjut Masih Aktif); Roh Kudus yang adalah sumber daya pembaharu dan pemersatu karya misi mendorong para Suster di seluruh penjuru bumi. Peranan Roh Kudus amat sentral: memberi kekuatan dalam bermisi, memampukan kita untuk membaharui kaul dan menjadi sumber inspirasi dalam pelayanan.
Para Suster menghidupi nilai integral, berarti membaharui diri, lewat proses menjadi terbaik dari diri sendiri sebagai mana Tuhan kehendaki. Dengan melibatkan pikiran, perasaan, sikap dan tindakan. Para Suster perlu meninggalkan masa lalu, berfokus pada tujuan dan berkomitmen: menjadi pribadi baru dengan pikiran baru, tekun merenungkan Sabda Tuhan dan doa.
Selanjutnya Romo pembimbing memberi “AKIK”, yang dimaksudkan adalah para Suster tetap Aktif, Kreatif, berInisiatif dan Komunikatif; Para Suster meneladan Maria Bunda Allah yang adalah pemersatu dalam hidup sebagai religius misionaris.
Sebagai anggota komunitas, para Suster berusaha membangun persaudaraan dengan cara berelasi yang menghidupkan: berpikir positif, kreatif, mendahului dalam berbuat baik dan berkomunikasi dengan hormat dan kasih.
Semoga dengan memperdalam hubungan pribadi dengan Tuhan Yesus selama retret, para Suster menjadi Suster yang beriman kuat dan sehat. Hari terakhir diadakan perayaan Ekaristi sebagai penutupan retret tahunan ini yang diadakan di Kapel Provinsialat Maria Bunda Allah. Dalam perayaan Ekaristi Kudus inilah para Suster Senior dengan penuh semangat memperbarui kaul-kaul hidup membiara di hadapan komunitas. Semoga Allah Tritunggal menganugerahkan rahmat kesehatan dan kesetiaan serta kekuatan kepada para Suster Senior dalam melaksanakan karya kerasulan doa bagi semua.
Sr. Mathilde, SSpS
