Lompat ke konten

PENUTUPAN MASA PROBASI DI PROVINSI FLORES TIMUR – LEDALERO

  • oleh

 Sebelum mengikrarkan kaul kekal, para Suster SSpS perlu mempersiapkan diri melalui tahap pembinaan akhir selama 9 bulan yang dikenal dengan masa Probasi. Pada tahun 2026 ini, saya mengikuti masa probasi di Provinsi Flores Bagian Timur tepatnya di Komunitas St. Petrus Claver, Lela Maumere. Kami para Suster yang mengikuti probasi berjumlah empat Suster yakni: Sr. Roulina Kristina (Provinsi Jawa), Sr. Herlina (Provinsi Flotim), Sr. Karmelita (Provinsi Flotim) dan Sr. Sri Natalia (Provinsi Flotim).

Kami mengikuti masa Probasi selama 9 bulan secara intensif. Selama 8 bulan kami mendapatkan pendalaman sehubungan dengan spiritualitas kongregasi, evaluasi perjalanan hidup membiara secara komprehensif, dan live-in untuk menyatu dan belajar dari kehidupan bersama umat. Pada bulan yang ke 9 kami mendapatkan kesempatan yang khusus untuk memasuki retret agung selama 30 hari (16 Mei – Juni 2026). Kami sangat bersyukur bahwa retret agung ini didampingi oleh RP. Yanuarius Lobo, SVD, Koordinator Sumur Yakub.

Retret ini merupakan waktu khusus untuk berdoa, hening, dan mematangkan keputusan akhir sebelum mengikrarkan kaul kekal / ya untuk selamanya. Maka Retret agung ini dibagi dalam 4 fase yakni fase 1: Asal dan Dasar Hidup Religius Kita: “Berakar dalam Cinta Allah Tritunggal”. Fase 2: Mengikuti Yesus Dari Nazaret Yang Miskin, Murni dan Taat: “HidupNya adalah hidup kita”. Fase 3: Satu Dalam Penyerahan Diri – Penderitaan, Kematian, Dan Kebangkitan Yesus: “Satu dalam pemberian diri Yesus dalam kehidupan’. Fase 4: Diutus oleh Tuhan yang Bangkit dikuatkan Oleh Roh Kudus: Berjalan dalam Tapak-tapak Sang Guru di Misi”.

Setelah retret agung kami memasuki masa pengendapan dengan membuat sebuah komitmen dan ditutup dengan Perayaan Ekaristi sekaligus penutupan masa probasi pada tanggal 19 Juni 2026, dihadiri oleh Suster Pemimpin Probasi dan Wakil Provinsial Dalam homilinya, RP. Yanuarius, SVD menyampaikan bahwa setiap orang harus menemukan pengalaman dikasihi oleh Allah dalam hidupnya, inilah yang membuat kita kuat, setia dan sukacita, sebagaimana Yesus mengalami kasih BapaNya yang memampukan Dia taat seutuhnya akan apa yang menjadi kehendak BapaNya. Dengan demikian kita pun tidak pernah takut dan khawatir akan perutusan untuk membawa kabar sukacita. Bersukacitalah sebab, Allah yang memanggil dan memilihmu untuk bekerja dikebun anggur-Nya.

Sr. Christin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *